
Pengecoran adalah
salah satu tahap pekerjaan dalam pembangunan rumah. Biasanya dikerjakan jika
tahap pembuatan bekisting dan pembesian untuk lantai dak sudah disiapkan. Untuk
jenisnya ada yang dilakukan dengan proses pengadukan manual (oleh tukang) atau
dengan mesin (ready mix). Disini kita akan mengangkat tentang proses penggunaan
beton readymix.
Beton readymix
memiliki jenis-jenis cor yang berbeda. Dibedakan dengan tingkat kepadatan atau
kualitasnya. Hal ini didasarkan pada jumlah campuran material yang di mix
(diaduk) dalam mesin pengaduk (molen). Dan dibedakan atas tingkat kualitasnya,
biasanya digunakan kode K (Kualitas). Semakin tinggi angka kualitas, jumlah
semen yang dicampurkan semakin banyak, alhasil cor akan semakin kuat dan keras.
Untuk rumah tinggal
kita biasa menggunakan tipe K225, Namun jika bentang cor dak cukup luas, kita
bisa tingkatkan ke K275. Pemesanan berdasarkan atas jumlah m3 bidang yang akan
kita cor. Untuk itu bersiaplah kita menghitung jumlah bidang cor yang akan
dikerjakan.
Jika kita akan
mengecor dak, maka balok beton seharusnya dicor berbarengan pada saat cor dak.
Tips Pemesanan Cor
Beton Readymix:
Hitung volume bidang
yang akan di cor. Tidak kurang dan tidak lebih.
Carilah readymix yang
relatif dekat dengan lokasi. Agar nantinya proses pengiriman lebih cepat dan
terhindar dari kemacetan yang menyebabkan keterlambatan pengiriman.
Persiapkan dan cek
secara seksama pembesian yang telah dikerjakan.
Mintalah operator
readymix untuk men cek lokasi dan jalan yang akan dilalui, baik lebar jalan,
jalur yang akan ditempuh, dan kondisi ketahanan jalan terhadap beban truk
pengangkut.
Mintalah ijin kepada
warga setempat atau pak RT, karena proses pengecoran tentunya akan mengganggu
warga sekitar, terutama penutupan sebagian jalan akan digunakan truk molen dan
truk pompa.
Persiapkan area lain
jika seandainya cor readymix ada kelebihan. Biasanya pada saat pemompaan, ada
kurang lebih 1 m3 tidak akan dapat dipompa.
Siapkan dana lebih
untuk keamanan dan tips operator dan sopir.
Test Slump
Pada saat beton mentah
keluar dari truck mixer / molen, sebaiknya dilakukan test slump terlebih dahulu
untuk melihat apakah beton memiliki workability / mudah untuk dituang dan diratakan
dalam cetakan bekisting / formwork. Tidak terlalu encer juga tidak terlalu
alot. Test slump dilakukan dengan menuang beton mentah ke dalam cetakan besi
berbentuk kerucut terpancung (kira-kira tinggi 40cm).
Beton dimasukkan
kemudian ditusuk-tusuk agar beton rata dan padat. Kemudian setelah penuh,
cetakan kerucut diangkat perlahan-lahan, beton akan runtuh sebagian, ketinggian
runtuh itu yang disebut nilai slump. Nilai rata-rata yang baik kira-kira
sekitar 10 - 15 cm.
Dalam proses cor dak
lt 2, kita membutuhkan mobil pompa yang akan memompa cor keatas. Hal ini
memudahkan agar pekerjaan dapat lebih cepat selesai. Karena proses cor dak
harus selesai dalam satu hari, jika tidak... makan akan mempertinggi resiko
keretakan.
Form Work
Selain itu setting
time beton perlu diperhatikan, yaitu waktu yang diperlukan sejak pertama adukan
beton ditambah air sampai reaksi semen air mulai mengeras. Biasanya sekitar 90
menit. Jangan mau apabila hendak ditambahkan air di truck mixer dengan alasan
agar beton yang sudah mulai agak keras menjadi lebih encer karena akan
mengurangi kekuatannya, bila perlu tolak / reject. Jangan pertaruhkan struktur
anda. Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan sebelum menuang beton adalah
kebersihan formwok, jangan sampai ada kotoran, sisa gergajian kayu cetakan.
Bila memungkinkan gunakan compressor udara untuk membersihkan.
Mobil Pompa
Mobil pompa ini
biasanya tidak dimiliki oleh operator readymix, namun biasanya mereka memiliki
rekanan untuk hal itu. Sewa mesin pompa cor kira2 Rp 2.500.000/hari. Dibutuhkan
waktu paling tidak 30 menit agar mobil pompa men set posisi di lokasi yang
disiapkan. Dan seharusnya mereka datang lebih awal sebelum truk pengangkut
readymix datang.
Curing Beton
Beton sudah selesai
dicor, tapi pekerjaan belum selesai. Hal yang harus dilakukan adalah proses
perawatan / curing beton. Proses ini diperlukan untuk menjaga suhu beton agar
tidak terlalu drastis berubah dan menghindari penguapan yang terlalu cepat dan
berlebihan. Beton mentah menimbulkan panas karena reaksi semen dengan air.
Proses curing ini bisa
dilakukan dengan menyiram dan merendam dengan air, dijaga agar permukaan selalu
basah. Bisa juga dilakukan dengan menaruh karung goni basah di atas pelat beton
yang baru di cor agar penguapan yang terjadi lebih kecil, siram air lagi bila
karung goni mulai kering. Boleh juga menggunakan bahan kimia yang disebut
curing compound, pengaplikasian jangka waktu nya ditetapkan dalam spesifikasi
produk.
0 komentar:
Posting Komentar